Analisa Jitu Forex & Gold – 28 Maret 2018

Pada perdagangan hari ini, kemungkinan besar bahwa dolar AS atau greenback mencoba ingin mempertahankan penguatannya setelah perang dagang AS dengan China makin mereda dan jelang data pertumbuhan AS.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya dan emas, kecuali terhadap yen, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,2402, GBPUSD ditutup melemah di level 1,4156, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7677 dan USDJPY ditutup melemah di level 105,32. Sekaligus membuat harga emas kontrak Juni di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $10,40 atau 0,76% di level $1350,50 per troy ounce.

Sebelumnya nilai dolar AS membaik selain karena faktor jelang berakhirnya posisi perdagangan akhir kuartal pertama, penguatan mata uang AS dan melemahnya emas ini didukung oleh upaya China dan AS yang secara diam-diam sedang berunding untuk menyepakati pemberian keleluasaan AS dalam mengekspor kendaraan atau otomotif, semikonduktor dan kepemilikan perbankan China oleh AS. Taktik proteksi perdagangan Trump telah berhasil menekan China untuk berunding kembali agar menyepakati ulang masalah kerjasama bisnisnya dengan AS, sehingga perlahan-lahan bisa memperbaiki perjanjian kerjasama bisnis dari pihak AS.

Sebelumnya, taktik atau strategi ini digunakan Trump dengan memberlakukan pemberian tarif impor di sektor logam, sehingga beberapa negara termasuk Uni Eropa pun kepanasan dengan kebijakan tersebut, dan bersedia berunding ulang dengan AS untuk memperbaiki perjanjian bisnisnya.

Di sisi lain, kebijakan fiskal Trump ini juga membantu the Fed untuk memperbaiki laju inflasinya. Hal ini terkait dengan makin langkanya bahan baku industri, maka bisa meningkatkan harga jual produk industri. Di sisi lain kebijakan fiskal ini membuat mata uang AS mengalami tekanan, dan biasanya dengan melemahnya nilai kata uang maka laju inflasi akan mulai membaik.

Sisi kebijakan fiskal Trump juga berdampak kepada pelemahan dolar AS secara alami. Tentunya membawa dampak bahwa sisi defisit keuangan Trump secara perlahan-lahan juga mulai menyempit defisitnya, sehingga diharapkan Trump kondisi ini berlangsung lama dan bisa menghindarkan AS untuk mencetak surat hutang baru yang lebih besar untuk membiayai belanjanya.

Dan rupanya hari ini investor ingin memberikan ruang bagi dolar AS untuk menguat sejenak kembali mengingat sisi aksi ambil untung akan berkembang di pasar uang dan komoditi ketika masa akhir perdagangan bulanan dan kuartal akan berlangsung hingga esok malam, mengingat hari Jumat nanti sebagian besar pasar keuangan dunia akan libur.

Hari ini memang fokus tetap di perang dagang, namun data pertumbuhan ekonomi AS akan menjadi topik bagi investor hari ini. Diperkirakan data PDB AS akan lebih bagus daripada periode sebelumnya, sehingga memang ada peluang bagi dolar AS untuk menekan emas kembali karena potensi data membaik maka kesempatan kenaikan suku bunga the Fed memang akan semakin mudah terjadinya.

Namun pelemahan emas pun masih bisa terbatas karena beberapa pengamat melihat kecenderungan emas sebagai safe haven dan penangkal inflasi tetap lebih besar pengaruhnya daripada kenaikan suku bunga itu sendiri.

Sumber: http://www.forexsignal88.com

Share this post