Harga Emas Masih Didukung Kecemasan Terkait Perang Dagang

Harga Emas Masih Didukung Kecemasan Terkait Perang Dagang

Harga emas pagi ini sudah naik ke level tertinggi dalam sepekan karena ekuitas dan dolar AS terus melemah setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dia akan terus bergerak menuju realisasi tarif atas impor baja dan aluminium, yang menghidupkan kembali ketakutan pasar akan potensi perang dagang.

Spot emas turun 0,1 persen menjadi $1.335,07 per troy ounce pada saat berita ini ditulis setelah mencapai $1.340,42 per troy ounce di awal sesi hari ini, tertinggi sejak 26 Februari. Emas berjangka AS untuk pengiriman April naik 0,1 persen menjadi $1.336,30 per troy ounce.

Bursa berjangka dan dolar AS merosot pada hari Rabu setelah seorang pendukung utama perdagangan bebas di Gedung Putih mengumumkan pengunduran dirinya, memperbesar kekhawatiran bahwa Trump akan meneruskan rencana tarifnya dan siap mengambil risiko dari perang dagang.

Gary Cohn, penasihat ekonomi utama Trump, mengundurkan diri pada hari Selasa setelah presiden AS mengatakan bahwa dia berpegang teguh pada rencananya untuk memberlakukan tarif yang besar pada impor baja dan aluminium, yang oleh beberapa kritikus dijuluki sebagai tembakan pertama dalam perang perdagangan global.

Dolar AS akan mundur lebih jauh selama tahun ini, memberikan jalan menuju euro untuk terus bergerak naik, menurut jajak pendapat Reuters terhadap para analis pasar yang mengatakan bahwa lima atau lebih kenaikan tingkat suku bunga Federal Reserve akan dibutuhkan untuk secara signifikan meningkatkan potensi perlawanan greenback.

Sementara itu dari dimensi geopolitik, Korea Utara yang tampaknya sudah merasakan getirnya sanksi ekonomi yang dimotori AS, tampaknya sudah tulus dalam kesediaannya untuk menghentikan uji coba nuklir pada saat mengadakan perundingan denuklirisasi dengan AS, demikian menurut Trump pada hari Selasa saat para pejabat AS, Korea Selatan dan Jepang menyuarakan sikap skeptis mengenai diskusi apapun dengan Pyongyang.

Meredanya kekhawatiran terhadap krisis di Semenanjung Korea Utara berpotensi mengurangi permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti emas meskipun tetap akan diimbangi oleh kekhawatiran terhadap potensi perang dagang global.

Dari data ekonomi, pesanan baru untuk barang-barang produksi AS mencatatkan penurunan terbesar mereka dalam enam bulan di bulan Januari dan pengeluaran bisnis untuk peralatan tampaknya melambat setelah pertumbuhan yang kuat di tahun 2017.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Reuters

Share this post