Menguat Tipis di Hari Jumat, Harga Emas Masih di Fase Konsolidasi

Menguat Tipis di Hari Jumat, Harga Emas Masih di Fase Konsolidasi

Pada Senin pagi tekanan jual mulai menghampiri perdagangan emas setelah pada hari Jumat harga emas memantul dari posisi terendahnya di sesi tersebut karena dolar AS tergelincir terhadap sebagian mata uang utama seiring terlihatnya perlambatan pada kenaikan upah yang sebelumnya diharapkan akan mendorong kenaikan inflasi secara bertahap pada tahun ini.

Pertumbuhan lapangan kerja AS membukukan kenaikan terbesar di bulan Februari dalam lebih dari 1½ tahun. Meskipun data tersebut meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga, kenaikan upah yang lebih lambat hanya menunjukkan kenaikan inflasi secara bertahap.

Indeks Dolar AS sedikit melemah, membuat harga emas yang berdenominasi dolar AS menjadi lebih murah bagi para pembeli dengan mata uang lainnya.

Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures di Chicago, melihat harga emas sedikit teredam karena pasar tetap bereaksi positif pada jumlah pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan yang pada gilirannya mendukung dolar AS.

Steven Ricchiuto, kepala ekonom Mizuho Securities USA di New York, menjelaskan jumlah payroll yang kuat menunjukkan The Fed mungkin akan menaikkan suku bunga dan menurutnya kecil peluangnya untuk terjadi kurang dari tiga kenaikan suku bunga The Fed di tahun ini.

Namun demikian pertumbuhan upah yang lamban bisa menurunkan ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan perkiraan suku bunga menjadi empat kenaikan di tahun ini.

Sebelumnya terlihat optimisme bahwa mengetatnya kondisi pasar tenaga kerja akan memacu pertumbuhan upah lebih cepat dan mendongkrak inflasi ke arah target 2 persen yang ditetapkan The Fed.

Sementara itu berita bahwa Presiden AS Donald Trump setuju untuk bertemu dengan Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan tatap muka pertama antara kedua para pemimpin negara yang berseteru tersebut telah menimbulkan tekanan pada harga emas, demikian menurut Norbert Rucker, kepala riset komoditas Julius Baer di Zurich.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Share this post