Kondisi Greenback Kembali Memberikan Tekanan

Pada perdagangan hari ini, kemungkinan besar bahwa dolar AS atau greenback mencoba kembali untuk mempertahankan kembali penguatannya dengan berharap aksi risk-appetite masih berlangsung hingga FOMC meeting sudah memutuskan kenaikan suku bunganya dan Jerome Powell berbicara dengan nada hawkish.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback kembali memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya dan emas, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,2243, GBPUSD ditutup melemah di level 1,4009, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7682 dan USDJPY ditutup menguat di level 106,52. Sekaligus membuat harga emas kontrak April di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $5,90 atau 0,53% di level $1311,90 per troy ounce.

Sebelumnya nilai dolar AS mengalami penguatannya semalam di mana situasi ini dipengaruhi oleh sentimen investor yang sedang bersiap diri untuk menantikan suku bunga the Fed yang akan naik dini hari nanti.

Pasar ekuitas AS juga memberi ruang bagi investor untuk mengembalikan posisi penguatan dolar AS dan sedikit melepas emas di kala harga emas sedang berada di level terendah 3 pekannya jelang the Fed menentukan kebijakan moneternya yang terbaru serta ingin mendengar bagaimana pernyataan ketua the Fed terbaru Jerome Powell yang untuk pertama kalinya akan memberikan pernyataan secara resmi sesaat setelah the Fed menentukan kebijakan moneter bulanannya.

Banyak pihak bahwa ekonomi AS atau suku bunga the Fed bisa naik dengan cepat, namun ini tentu akan membuat langkah inflasi AS juga akan tertahan karena bila Powell mengeluarkan maklumat dengan bernada hawkish, maka akan timbul dolar AS untuk menguat, dan ini merupakan hasil yang negatif bagi kenaikan inflasinya sendiri, sehingga akan memperberat usaha the Fed yang memang ingin memperbaiki laju inflasinya.

Disinilah kita melihat bahwa sepertinya Powell akan menjaga bahwa dolar AS untuk tidak menguat terlalu besar ketika keputusan the Fed menaikkan suku bunganya, karena memang tugas Powell oleh Trump menjaga agar dolar AS tidak terlalu menguat tajam, bahkan kalau bisa terus melemah sebagai usaha memperbaiki kondisi keuangan negara.

Selain masalah ekonomi yang diolah oleh the Fed, sisi fiskal yang diolah Trump juga akan mendapat perhatian khusus sejak pekan lalu dengan munculnya tarif impor logam serta pengurangan defisit AS dengan China. Inilah yang diinginkan Trump bahwa dengan adanya kebijakan fiskal yang bisa menimbulkan perang dagang tersebut bisa membawa dampak negatif ke dolar AS, sehingga inilah siasat yang memang sedang dilakukan AS sendiri, dan bisa merugikan banyak pihak di luar AS.

Hasil pertemuan G20 juga hanya sebuah ‘lips-service’ saja sehingga permasalahan proteksi AS ini belum bisa mendapat jalan keluarnya sehingga investor juga tetap sadar bahwa kondisi ekonomi AS tanpa proteksi tersebut sudah dalam situasi yang masih positif bagi mata uangnya dan menjadi perhatian memang emas tidak harus menguat lebih besar lagi.

Sumber analisa: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, MetaTrader4, Reuters

Share this post