Emas Semakin Menguat Di Tengah Risiko Perang Dagang AS-China

Harga emas kembali bergerak menguat dan melanjutkan relinya hingga ke level tertinggi selama lima pekan pada hari Jumat (23 Maret) kemarin. Risiko akan kemungkinan terjadinya perang dagang, turut meningkatkan permintaan logam kuning ini setelah Trump berencana membebankan biaya tambahan atas barang impor yang berasal dari China.

Selain itu, Presiden Donald Trump menunjuk John Bolton sebagai penasihat keamanan nasional barunya. Perkembangan ini turut meningkatkan ketegangan geopolitik dan mendorong kenaikan minyak mentah, serta juga logam mulia.

Minat investor pada emas batangan kembali meningkat karena kekhawatiran atas risiko global. Pengesahan Bolton dinilai akan menambah risiko geopolitik antara AS dan beberapa negara penting lainnya di dunia, terutama Iran dan Korea Utara. Para investor kembali beralih ke logam mulia, sehingga emas bisa melanjutkan relinya. Penguatan emas pada hari Jumat kemarin adalah dampak dari reli lanjutan yang sebelumnya terjadi karena pengumuman hasil FOMC pekan lalu.

Dari segi teknikal, emas semakin dekat dengan resisten kuat yang berada di kisaran 1357-1365 (puncak tertinggi pada 25 Januari kemarin). Pengujian level tersebut kemungkinan dapat terulang kembali, mengingat indikator teknikal pada timeframe daily seperti gambar di bawah ini sedang menunjukkan sentimen bullish. Penembusan level tersebut dapat membawa emas untuk berada pada level yang lebih tinggi. Namun jika gagal, konsekuensinya emas akan kembali terpukul mundur. Apakah emas kali ini akan berhasil mempenetrasi level tersebut? Ataukah emas kembali terpukul mundur seperti data historis terdahulu? Kita lihat saja nanti.

Share this post