Harga Emas Masih Dirundung Duka

Harga Emas Masih Dirundung Duka

Pada perdagangan emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit melemah dengan potensi aksi jual lanjutan yang sepertinya ingin menembus level terendahnya lagi di tahun ini seperti pergerakan semalam.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada emas, sehingga hal ini membuat harga emas kontrak Juni di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $1,50 atau 0,12% di level $1290,00 per troy ounce.

Dan kondisi ini berlanjut sejenak kejadiannya ketika perdagangan pasar komoditi di Tokyo pagi ini berlangsung, di mana harga emas kontrak Juni untuk sementara mengalami kondisi yang melemah sebesar $1,40 atau 0,14% ke level $1288,00 per troy ounce.

Pada perdagangan kemarin, harga emas mengalami tekanan yang tipis dan tetap masih terkoreksi secara umum lebih dari 2% dalam 3 hari perdagangannya di mana investor melihat bahwa kinerja ekonomi AS masih akan solid dengan dukungan imbal hasil surat hutang pemerintah AS yang membaik kembali. Semalam investor melihat bahwa membaiknya data aktivitas manufaktur Philadelphia yang mencetak rekor terbaik sejak 45 tahun silam, telah berakibat imbal hasil surat hutang pemerintah AS membaik lagi kondisinya dan dolar AS secara tak terduga menguat lagi.

Imbal hasil pemerintah tenor 10 tahun masih bertahan di atas level 3%, level terbaik hampir 7 tahun ini, dan telah membuat isyarat ke investor bahwa kondisi suku bunga acuan bank sentral AS harus segera ikut dinaikkan demi menghindari situasi resesi akibat dari melejitnya memanasnya ekonomi AS.

The Fed sendiri masih yakin terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi AS yang masih ada di tahun ini dan masih percaya bahwa suku bunga the Fed bisa naik lagi meski bertahap naik nantinya. Beberapa pejabat the Fed sendiri yakin bahwa sebaiknya suku bunga the Fed untuk segera mendekat ke level normal 2,5%.

Dapat dipastikan bahwa suku bunga the Fed naik di Juni nanti, namun untuk September dan Desember masih menjadi tanda tanya besar di investor. Kondisi ini sempat menggiring opini di awal perdagangan pekan lalu dengan posisi beli emas, namun tidak bisa membesar penguatannya. Ini juga karena faktor non-ekonomi AS yang sedikit membangkitkan potensi safe haven emas.

Potensi tidak jatuhnya harga emas masih berharap kepada hasil dari dialog perdagangan antara China dengan AS, serta masa depan keberhasilan proses denuklirisasi dan tiadanya gejolak politik di Italia.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters,

Sumber gambar: Reuters

Share this post